
Kali ini saya akan membahas tentang restoran atau koffe shop milik seseorang yang mungkin sering anda lihat di televisi, dengan jargonnya "pokok'e maknyuuss", ya benar beliau adalah Pak Bondan Winarno. Mungkin sudah banyak di kota-kota besar, namun kali ini saya menyempatkan untuk singgah Kopitiam Oey yang berada di kota solo, tepatnya di Jl. Perintis Kemerdekaan 35 Purwosari Solo atau selatan ruko purwosari.
Memasuki koffe shop pertama, anda akan disuguhi tampilan bangunan lama, berada didalam dengan nuansa tempoe doeloe termasuk meja kursi menggunakan model lama, bahkan hiasan dinding yang hampir setiap sudut terdapat papan iklan atau tulisan-tulisan yang mengingatkan dengan kenangan masa lalu, dengan suasana jadoel memberikan kesan yang menarik hingga serasa kembali ke masa penjajahan belanda, bukan hanya tampilan luarnya saja, pada menu yang di tertera di daftar menu menggunakan ejaan lama atau ejaan jadoel, misal saja untuk es teh, maka diganti dengean ijs teh.
Menu yang ditawarkan beragam, namun yang paling berkesan adalah, semua makanan disajikan dengan takaran sehat, sehingga mungkin bagi orang yang baru pertama kali makan di tempat ini, akan merasakan rasa yang sedikit tidak biasa. Bagi saya rasa yang ada di makanan yang saya pesan hampir hambar, ada rasa hanya dari bahan tambahannya. bahan utama seperti tidak dibumbui dengan vetsin atau penyedap rasa.
Karena ingin merasakan menu yang berbeda pilihan saya jatuh pada Nasi keboeli ajam (harga Rp 22.000), Ijs dawet gempol pleret (harga Rp 10.000) dan mie kepiting pontianak (harga Rp 18.000). Untuk Nasi keboeli ajam saya mendapatkan rasa yang unik, karena beda dengan nasi kebuli yang biasa saya makan, yang biasa menggunakan daging kambing, disini menggunakan daging ayam sebagai pelengkap, ayam yang disajikan begitu lembut, dagingnya empuk, dan kacang mete serta kismis menambah cita rasa yang berbeda.Mie Kepiting Pontianak menjadi pilihan selanjutnya, mungkin bila merasakan secara terpisah, rasa mie nya sendiri bagi saya sedikit rasa hambar, namun setelah dicampur menjadi satu berserta kuahnya, baru rasa yang unik akan muncul, rasa kuah tidak seperti kuah pada mie bandung yang banyak dijumpai, rasa kuah dengan cita rasa desa bagi saya, tidak banyak rasa kuat, sederhana namun tetap nikmat, seperti kuah sayur di rumahan. Ijs Dawet Gempol Pleret, menu yang sering dijumpai di kota solo, menjadi penutup untuk makan kali ini.
Mungkin bila anda berkunjung ke Kota Solo sempatkan untuk menikmati nuansa kolonial di Koffe Shop Kopitiam Oey, Pokok'e Maknyusss
